Ringkasan: Forbes Asia merilis daftar 30 Under 30 Asia edisi ke-11 pada 27 Mei 2026, dan Indonesia menyumbang 18 nama dari total 300 penerima di kawasan Asia-Pasifik. Delapan belas nama itu tersebar dari pendiri startup, investor modal ventura, musisi, hingga aktivis lingkungan — dan sebagian besar cerita mereka punya pelajaran konkret buat siapa pun yang sedang membangun bisnis atau portofolio investasi di usia muda.
Apa itu Forbes 30 Under 30 Asia dan Kenapa Edisi 2026 Penting untuk Indonesia?

Forbes 30 Under 30 Asia adalah daftar tahunan yang diterbitkan Forbes sejak 2016, mengakui 300 anak muda paling berpengaruh di kawasan Asia-Pasifik yang berusia di bawah 30 tahun. Edisi 2026 adalah edisi ke-11, dipilih dari hampir 4.000 nominasi oleh tim editorial Forbes Asia bersama panel juri independen dan alumni edisi-edisi sebelumnya.
Daftar ini terbagi ke dalam 10 kategori: AI, Consumer and Enterprise Technology, Entertainment and Sports, Finance and Venture Capital, Healthcare and Science, Industry Manufacturing and Energy, Retail and E-Commerce, Social Impact, Social Media Marketing and Advertising, serta The Arts. Setiap nama dievaluasi berdasarkan dampak yang bisa diukur — baik itu pendapatan, dana yang berhasil dihimpun, jumlah audiens, komunitas yang dilayani, atau industri yang berhasil diguncang.
Indonesia di Antara Negara Lain: Data Perbandingan 2026

Edisi 2026 mencatat Indonesia sejajar dengan Singapura dan Korea Selatan, masing-masing menyumbang 18 nama. India tetap mendominasi dengan jumlah representasi terbanyak.
| Negara | Jumlah Perwakilan |
|---|---|
| India | 78 |
| China | 46 |
| Australia | 38 |
| Jepang | 32 |
| Indonesia | 18 |
| Singapura | 18 |
| Korea Selatan | 18 |
Usia rata-rata penerima penghargaan tahun ini adalah 26 tahun, dengan sekitar seperempat di antaranya perempuan. Direktur Editorial Forbes Asia, Rana Wehbe Watson, mendeskripsikan para penerima tahun ini sebagai gelombang baru pemikir muda Asia-Pasifik yang terus berinovasi di tengah adopsi kecerdasan buatan yang makin cepat.
Pengusaha Muda Indonesia yang Tembus Forbes 30 Under 30 Asia 2026

Ini bagian yang paling relevan buat siapa pun yang sedang membangun bisnis sendiri. Lima nama berikut masuk lewat kategori Retail and E-Commerce dan Consumer and Enterprise Technology — semuanya berangkat dari masalah lokal yang konkret, bukan ide besar yang abstrak.
Rinaldi Dharma Utama dan Christian Wilfandio mendirikan Se’Indonesia, jaringan makanan cepat saji yang mengangkat kuliner se’i khas Indonesia timur dengan harga mulai Rp25.000. Bisnis ini kini mengoperasikan lebih dari 200 gerai delivery dan takeaway plus 23 restoran dine-in, dan pada April 2025 berhasil mengamankan pendanaan Seri A senilai USD 9,7 juta yang dipimpin Insignia Ventures.
Santi Tan, 28 tahun, mendirikan Saff and Co di Jakarta pada 2020 sebagai alternatif lokal untuk parfum bermerek internasional. Bisnis ini memulai penjualan dari Shopee sebelum berekspansi ke toko offline dan peritel kecantikan di kota-kota besar Indonesia.
Farrel Alvian Purnama, 28 tahun, mendirikan Remind pada 2020, startup berbasis Banten yang mengekstraksi tembaga dan logam lain dari limbah elektronik untuk didaur ulang. Perusahaan ini meraih pendanaan USD 1,3 juta pada Mei 2025 dari Bali Investment Club dan BEENEXT — relevan mengingat limbah elektronik jadi salah satu aliran sampah dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.
Deryl Lu, 29 tahun, mendirikan DayaTani dan membangun Pak Dayat, asisten pertanian berbasis AI yang memberikan panduan bercocok tanam lewat WhatsApp. DayaTani meraih pendanaan USD 2,3 juta pada 2024 dari Ares Management, GenTree, dan Redbadge Pacific, dengan rencana ekspansi ke Thailand dan Vietnam pada 2026.
Pola yang muncul dari kelima nama ini konsisten: mereka menyelesaikan masalah yang sudah lama ada di Indonesia — kuliner daerah yang belum naik kelas, ketergantungan pada parfum impor, limbah elektronik yang menumpuk, hingga petani yang butuh panduan teknis harian — lalu membungkusnya jadi model bisnis yang bisa diskalakan dan menarik minat investor. Pola serupa juga terlihat pada gelombang pengusaha muda Indonesia yang mulai memanfaatkan AI untuk mempercepat bisnis mereka sepanjang 2026.
Investor Muda dan Modal Ventura: Sektor dengan Wakil Terbanyak dari Indonesia

Kategori Finance and Venture Capital justru menjadi sorotan tersendiri tahun ini — enam dari 18 nama Indonesia berasal dari sektor ini, jumlah terbanyak dibanding kategori lain.
| Nama | Usia | Afiliasi |
|---|---|---|
| Elice Jesslyn Ongko | 28 | B Capital |
| Nisrina Firyal Fadhlannisa | 27 | Arsari Group |
| Dharmadi Gusanto | 29 | Alpha JWC Ventures |
| Athaya Kadzima | 27 | BNI Ventures |
| Larry Susanto | 29 | ACV Capital |
| Kelvin Sutedja | 27 | Wavemaker Partners |
Elice Jesslyn Ongko bergabung dengan B Capital di Jakarta pada 2024 dan sejak itu telah menyalurkan dana sekitar USD 60 juta ke tiga portofolio investasi: Eureka Robotics, Ninja Van, dan MoEngage.
Ditambah Lau Xin Yuan, 23 tahun, yang mendirikan MilikiRumah — platform proptech yang membantu masyarakat underbanked Indonesia memiliki rumah pertama lewat skema sewa-beli bekerja sama dengan bank — daftar ini menunjukkan seberapa dalam ekosistem investasi dan pendanaan startup Indonesia sudah berkembang di kalangan usia 20-an. Tren ini sejalan dengan minat yang terus tumbuh di kalangan investor muda Indonesia terhadap instrumen investasi berbasis data dan kinerja terukur, dan juga dengan makin terbukanya peluang pendanaan startup dalam negeri sepanjang 2026.
Kategori Lain: Hiburan, Seni, Media Sosial, dan Dampak Sosial

Tujuh nama sisanya membuktikan daftar ini tidak melulu soal bisnis:
- Tiara Andini, 24 tahun, runner-up Indonesian Idol 2020 yang kini punya sekitar 7 juta pendengar bulanan di Spotify, meraih Social Media Artist of the Year di Indonesian Music Awards 2025.
- No Na, girl group di bawah label 88rising beranggotakan Christy, Baila, Esther, dan Shaz, debut 2025 dan tampil di festival Head in the Clouds milik 88rising di Los Angeles. Single “Rollerblade” yang rilis April 2026 meraih 3,3 juta penonton YouTube.
- Erika Richardo, kreator konten dengan lebih dari 18 juta pengikut TikTok, dikenal lewat proyek mural batik pada pesawat Garuda Indonesia Boeing 737 untuk memperingati HUT ke-80 RI. Bersama Jerhemy Owen, ia mendirikan Rumah Mimpi Indonesia, organisasi nirlaba yang telah menghimpun sekitar Rp1,7 miliar untuk membangun sekolah di daerah terpencil.
- Eunike Tanzil, 27 tahun, komposer lulusan Berklee College of Music dan The Juilliard School yang pada 2024 menjadi komposer perempuan Asia pertama yang menandatangani kontrak dengan Deutsche Grammophon. Karyanya tampil di film The Addams Family 2 dan Gabby’s Dollhouse: The Movie milik DreamWorks.
- Brigitta Gunawan, 22 tahun, menjalankan kampanye 30×30 Indonesia dan program edukasi laut Diverseas, didukung National Geographic Society dan The Nature Conservancy untuk membangun Coral Garden di Tulamben, Bali.
Apa yang Bisa Dipelajari Pengusaha Muda dari Daftar Ini?

Lepas dari bidangnya masing-masing, ada tiga pola yang berulang di hampir semua nama dalam daftar ini:
- Mulai dari masalah lokal yang spesifik. Se’Indonesia mengangkat kuliner daerah, Remind mengurus limbah elektronik, DayaTani menjawab kebutuhan petani — bukan ide yang meniru tren global secara mentah.
- Bangun traksi terukur sebelum mencari pendanaan besar. Saff and Co mulai dari Shopee, Se’Indonesia sudah punya 200+ gerai sebelum Seri A, Remind dan DayaTani punya angka pendanaan awal yang jelas dari investor yang bisa diverifikasi.
- Manfaatkan platform yang sudah dipakai target pasar. DayaTani memilih WhatsApp, bukan aplikasi baru, karena itu kanal yang sudah jadi kebiasaan harian petani Indonesia.
Untuk yang sedang merintis bisnis atau mempertimbangkan jalur investasi serupa, gambaran lebih luas soal sektor startup yang sedang tumbuh di Indonesia tahun ini dan kumpulan cerita dari pengusaha muda lain yang sudah lebih dulu membangun bisnis dari nol bisa jadi referensi tambahan.
FAQ — 18 Talenta Muda Indonesia di Forbes 30 Under 30 Asia 2026
Berapa banyak orang Indonesia yang masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2026?
Sebanyak 18 orang, setara dengan Singapura dan Korea Selatan. India menyumbang wakil terbanyak dengan 78 nama, diikuti China (46), Australia (38), dan Jepang (32).
Siapa saja pengusaha dan investor muda Indonesia yang masuk daftar ini?
Di sektor bisnis: Rinaldi Dharma Utama dan Christian Wilfandio (Se’Indonesia), Santi Tan (Saff and Co), Farrel Alvian Purnama (Remind), dan Deryl Lu (DayaTani). Di sektor investasi: Elice Jesslyn Ongko (B Capital), Nisrina Firyal Fadhlannisa (Arsari Group), Dharmadi Gusanto (Alpha JWC Ventures), Athaya Kadzima (BNI Ventures), Larry Susanto (ACV Capital), Kelvin Sutedja (Wavemaker Partners), dan Lau Xin Yuan (MilikiRumah).
Kapan Forbes merilis daftar 30 Under 30 Asia 2026 dan bagaimana proses seleksinya?
Daftar dirilis 27 Mei 2026, edisi ke-11 sejak pertama kali diluncurkan tahun 2016. Penerima dipilih dari hampir 4.000 nominasi oleh tim editorial Forbes Asia bersama panel juri independen dan alumni edisi sebelumnya, berdasarkan dampak terukur seperti pendapatan, dana yang dihimpun, atau industri yang diguncang.
Sumber: Forbes Asia (forbes.com), RSVP Clique, Liputan6.com, Bisnis.com.