ermrubber.com,24 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88
Industri makanan dan minuman di Indonesia merupakan salah satu sektor yang terus berkembang, didorong oleh perubahan gaya hidup masyarakat, terutama generasi muda yang gemar nongkrong di kedai minuman kekinian. Salah satu kisah sukses yang menginspirasi dalam industri ini adalah perjalanan Affan Arisga, seorang pengusaha muda asal Poris, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, yang berhasil membangun dua merek minuman ternama, MaoMao Thai Tea dan Munim, dengan total ratusan cabang di berbagai kota di Indonesia. Dengan modal awal yang terbatas dan tekad kuat, Affan mengubah tantangan menjadi peluang, menjadikan bisnisnya sebagai contoh keberhasilan wirausaha muda di Indonesia. Artikel ini akan mengulas secara mendalam perjalanan Affan, strategi bisnisnya, tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap ekonomi lokal dan nasional, berdasarkan sumber terpercaya dan analisis kritis.
Latar Belakang Affan Arisga

Affan Arisga, lahir pada 26 April 1993, adalah seorang pengusaha muda yang berasal dari keluarga sederhana di Poris Jaya, Kelurahan Batuceper, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Sebelum menjadi pengusaha sukses, Affan adalah mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta, namun merasa bosan dengan rutinitas kuliah yang hanya berfokus pada belajar di kelas. Keinginannya untuk menjadi pengusaha sukses mendorongnya untuk mencari peluang bisnis sejak usia muda. Affan memulai karirnya sebagai penjual pakaian melalui akun media sosial, yang dikenal di kalangan teman-temannya sebagai bisnis kecil-kecilan. Namun, ia melihat potensi besar dalam industri makanan dan minuman, yang menurutnya adalah sektor yang mudah dimulai dengan pasar yang luas.
Pada tahun 2016, dengan modal awal sebesar Rp10 juta, Affan membeli paket usaha minuman sederhana. Minimnya pengetahuan bisnis pada saat itu membuatnya bergabung dengan forum wirausaha, di mana ia bertemu dengan rekan-rekan yang memberikan saran untuk menciptakan merek sendiri. Dari sinilah ide untuk mendirikan MaoMao Thai Tea lahir, diikuti kemudian dengan Munim, sebuah merek minuman kekinian dengan berbagai varian rasa. Perjalanan Affan mencerminkan semangat kewirausahaan yang didorong oleh kerja keras, inovasi, dan kemauan untuk belajar.
Awal Mula MaoMao Thai Tea

Pada Juni 2017, Affan resmi meluncurkan MaoMao Thai Tea, sebuah merek minuman teh Thailand yang menawarkan cita rasa autentik dengan harga terjangkau. Untuk menciptakan produk yang kompetitif, Affan dan rekannya melakukan riset intensif selama dua bulan, mencoba berbagai merek minuman, dari yang dijual di pinggir jalan hingga di mal kelas atas. Proses ini melibatkan eksperimen untuk menemukan formula terbaik yang sesuai dengan selera konsumen Indonesia. Dengan bantuan pinjaman sebesar Rp25 juta dari seorang sahabat, Affan membelanjakan modal tersebut untuk kebutuhan awal usaha, seperti bahan baku, peralatan, dan gerobak sederhana.
MaoMao awalnya dijalankan dengan model waralaba (franchise) berbentuk gerobak, dengan biaya kemitraan berkisar antara Rp12,5 juta hingga Rp30 juta. Strategi ini memungkinkan ekspansi cepat dengan modal yang relatif rendah. Pada tahun 2020, MaoMao telah memiliki 129 gerobak yang tersebar di Kota Tangerang dan kota-kota besar lainnya. Namun, Affan memutuskan untuk mengubah model bisnis MaoMao dari gerobak ke outlet permanen dengan modal sekitar Rp100 juta per outlet, menggunakan sistem swakelola untuk menjaga kualitas. Langkah ini menunjukkan visinya untuk meningkatkan citra merek dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih premium.
Keberhasilan MaoMao tidak lepas dari strategi pemasaran yang cerdas. Affan memanfaatkan media sosial, seperti Instagram (@Official.maomao), untuk mempromosikan produknya, serta bekerja sama dengan platform pengantaran makanan seperti GoFood dan GrabFood. Harga yang terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp15.000 per gelas, membuat MaoMao diminati oleh berbagai kalangan, terutama anak muda.
Kelahiran Munim: Ekspansi ke Minuman Kekinian

Melihat tren minuman kekinian yang semakin populer pada 2018, Affan meluncurkan merek baru bernama Munim pada 16 Februari 2019. Berbeda dengan MaoMao yang berfokus pada teh Thailand, Munim menawarkan berbagai varian minuman seperti milk tea oreo, milk tea original, honey milk tea, honey black tea, yakult, ovaltine, taro cheese, mangga, anggur, dan red velvet. Munim dirancang untuk menyasar pasar yang lebih luas dengan konsep outlet yang lebih terstruktur dan modern. Affan bekerja sama dengan seorang rekan dari Kampus Bisnis Umar Usman untuk mengelola Munim, membentuk tim manajemen yang terdiri dari sembilan orang dan lebih dari 30 karyawan di seluruh outlet.
Pada 2020, Munim telah memiliki 26 outlet, yang berlokasi di Tangerang (Poris, Cipondoh, Royal, Cipete, Binong, Bonang, Tigaraksa, Talaga Bestari, Citra Raya Cikupa, Ciledug, Gondrong Petir, Perum Karawaci), Jakarta, Depok, dan Bangka Belitung. Pada 2022, jumlah cabang Munim meningkat menjadi 37 outlet, menunjukkan pertumbuhan yang pesat dalam waktu singkat. Affan juga memastikan bahwa pengelolaan Munim lebih terstruktur, dengan fokus pada kualitas produk, pelayanan pelanggan, dan efisiensi operasional.
Strategi Sukses Affan Arisga

Keberhasilan Affan dalam membangun MaoMao dan Munim hingga memiliki ratusan cabang didukung oleh beberapa strategi kunci:
- Riset Pasar yang Mendalam: Sebelum meluncurkan MaoMao, Affan melakukan riset intensif untuk memahami selera konsumen. Ia mencoba berbagai merek minuman untuk menemukan formula yang unik dan disukai pasar.
- Model Waralaba dan Swakelola: MaoMao awalnya menggunakan model waralaba berbentuk gerobak untuk ekspansi cepat, kemudian beralih ke outlet swakelola untuk menjaga kualitas. Munim langsung dirancang dengan model outlet yang terstruktur, memungkinkan pengelolaan yang lebih profesional.
- Pemanfaatan Media Sosial: Affan memanfaatkan Instagram (@munim.official, @Official.maomao) untuk mempromosikan produknya, membangun identitas merek yang kuat melalui konten visual menarik. Ia juga menggandeng platform pengantaran makanan untuk memperluas jangkauan pasar.
- Harga Terjangkau: Dengan harga Rp5.000–Rp15.000 per gelas, MaoMao dan Munim menargetkan pasar menengah ke bawah, yang merupakan segmen besar di Indonesia. Hal ini mirip dengan strategi Kopi Kenangan, yang sukses dengan harga terjangkau dan kualitas tinggi.
- Kerja Sama dan Jaringan: Affan aktif bergabung dengan forum wirausaha dan belajar dari mentor di Kampus Bisnis Umar Usman, yang membantunya membangun jaringan dan strategi bisnis. Ia juga bekerja sama dengan investor dan rekan untuk memperluas skala usaha.
- Inovasi Produk: Munim menawarkan varian rasa yang beragam, seperti taro cheese dan red velvet, yang mengikuti tren minuman kekinian. Ini memungkinkan mereknya tetap relevan di tengah persaingan ketat.
Tantangan dalam Perjalanan Bisnis

Perjalanan Affan tidak selalu mulus. Ia menghadapi beberapa tantangan signifikan:
- Kurangnya Dukungan Awal dari Keluarga: Orang tua Affan awalnya tidak mendukung keputusannya untuk berbisnis, lebih memilih ia fokus pada pendidikan formal. Namun, kesuksesan MaoMao dan Munim akhirnya mengubah pandangan mereka.
- Keterbatasan Modal: Dengan modal awal hanya Rp10 juta dan pinjaman Rp25 juta, Affan harus pintar mengelola keuangan untuk memulai usaha. Ia mengatasi ini dengan memilih model waralaba yang membutuhkan modal lebih rendah.
- Persaingan Ketat: Industri minuman kekinian di Indonesia sangat kompetitif, dengan merek seperti Kopi Kenangan, Haus!, dan Janji Jiwa yang juga memiliki ratusan cabang. Affan mengatasi ini dengan menciptakan identitas merek yang unik dan fokus pada pasar lokal Tangerang sebelum ekspansi.
- Manajemen Skala Besar: Mengelola ratusan cabang membutuhkan sistem manajemen yang kuat. Affan mengatasinya dengan membentuk tim manajemen profesional dan beralih ke model swakelola untuk MaoMao.
- Tantangan Operasional: Pandemi Covid-19 pada 2020–2021 memengaruhi operasional outlet, namun Affan memanfaatkan platform pengantaran makanan untuk tetap menjangkau pelanggan.
Dampak Ekonomi dan Sosial

Kesuksesan MaoMao dan Munim memberikan dampak signifikan:
- Penciptaan Lapangan Kerja: Dengan lebih dari 30 karyawan di outlet Munim dan ratusan pekerja di cabang MaoMao, Affan telah menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, terutama di Tangerang.
- Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Banyak cabang MaoMao dan Munim berlokasi di Tangerang, seperti Poris, Cipondoh, dan Ciledug, yang mendukung ekonomi lokal melalui pajak, penyediaan bahan baku, dan aktivitas perdagangan.
- Inspirasi bagi Wirausaha Muda: Kisah Affan menjadi motivasi bagi pemuda Indonesia, menunjukkan bahwa dengan modal kecil dan kerja keras, seseorang dapat membangun bisnis berskala nasional. Ia sering diundang sebagai pembicara di forum wirausaha untuk berbagi pengalaman.
- Kontribusi pada Industri Minuman: MaoMao dan Munim memperkaya pasar minuman kekinian dengan varian rasa yang beragam, mendukung tren nongkrong anak muda dan gaya hidup urban.
Pelajaran Inspiratif dari Affan Arisga
Kisah Affan Arisga memberikan beberapa pelajaran berharga bagi calon pengusaha:
- Keberanian Mengambil Risiko: Meskipun awalnya minim pengetahuan bisnis, Affan berani memulai dengan modal terbatas dan terus belajar dari pengalaman.
- Pentingnya Riset dan Inovasi: Riset pasar yang mendalam dan inovasi produk menjadi kunci keberhasilan MaoMao dan Munim di tengah persaingan ketat.
- Manfaat Jaringan dan Mentor: Bergabung dengan forum wirausaha dan belajar dari mentor membantu Affan mengembangkan strategi bisnis yang efektif.
- Adaptasi dengan Teknologi: Pemanfaatan media sosial dan platform pengantaran makanan menunjukkan pentingnya adaptasi teknologi dalam bisnis modern.
- Ketangguhan Mental: Meskipun menghadapi tantangan seperti pandemi dan ketidaksetujuan keluarga, Affan tetap gigih menjalankan visinya.
Konteks Industri Minuman di Indonesia
Industri minuman kekinian di Indonesia tumbuh pesat sejak 2017, didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat dan tren nongkrong di kalangan anak muda. Menurut data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor produk makanan dan minuman Indonesia mencapai US$5,32 miliar pada 2016, dengan pertumbuhan signifikan hingga 2025. Merek seperti Kopi Kenangan (dengan ribuan cabang), Haus! (ratusan cabang), dan Janji Jiwa menunjukkan potensi besar sektor ini. Keberhasilan Affan dengan MaoMao dan Munim sejalan dengan tren ini, dengan fokus pada harga terjangkau dan varian rasa yang menarik, mirip dengan strategi Haus! yang menargetkan pasar menengah ke bawah dengan harga Rp5.000–Rp20.000 per gelas.
Namun, persaingan yang ketat menuntut inovasi terus-menerus. Affan bersaing dengan merek besar yang didukung investor, seperti Kopi Kenangan yang mendapat pendanaan ratusan miliar rupiah. Untuk tetap relevan, Affan perlu terus memperbarui menu, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperluas jangkauan pasar, seperti yang dilakukan oleh merek lain seperti Oatside yang berekspansi ke Asia.
Masa Depan MaoMao dan Munim
Affan memiliki visi ambisius untuk masa depan. Ia berencana memperluas outlet Munim ke lebih banyak kota di Indonesia dan meningkatkan jumlah cabang MaoMao dengan model outlet yang lebih modern. Selain itu, ia ingin memperkuat identitas merek melalui kolaborasi dengan influencer dan food blogger, serta memanfaatkan teknologi seperti aplikasi kasir digital (misalnya, Kasir Pintar) untuk efisiensi operasional. Affan juga bercita-cita menjadikan MaoMao dan Munim sebagai merek nasional yang dikenal seperti Kopi Kenangan atau Haus!, dengan potensi ekspansi ke pasar internasional jika peluang memungkinkan.
Kesimpulan
Kisah Affan Arisga dalam membangun MaoMao Thai Tea dan Munim adalah bukti bahwa kerja keras, inovasi, dan ketangguhan mental dapat mengubah modal kecil menjadi bisnis berskala nasional. Dari modal Rp10 juta pada 2016, Affan berhasil mengembangkan ratusan cabang MaoMao dan 37 outlet Munim hingga 2022, dengan total lebih dari 150 cabang di berbagai kota. Strategi riset pasar, pemanfaatan media sosial, harga terjangkau, dan adaptasi model bisnis menjadi kunci suksesnya. Meskipun menghadapi tantangan seperti persaingan ketat dan keterbatasan modal, Affan mampu menciptakan lapangan kerja, mendukung ekonomi lokal, dan menginspirasi wirausaha muda Indonesia. Kisahnya menegaskan bahwa industri minuman kekinian di Indonesia memiliki potensi besar, namun membutuhkan inovasi dan manajemen yang kuat untuk tetap bersaing. Dengan visi yang jelas dan semangat pantang menyerah, Affan Arisga terus membuktikan bahwa “usaha tak pernah mengkhianati hasil.”
Sumber
- TangerangNews, “Lika Liku Bisnis Warga Poris Tangerang Sang Founder Maomao dan Munim,” 30 Oktober 2022.
- TangerangKota.go.id, “Luar Biasa !!!, Dengan Sistem Waralaba, Pemuda Kota Tangerang Berhasil Buka Usaha dengan Ratusan Cabang,” 21 November 2020.
- Umar Usman Business School, “Segarnya Bisnis Minuman, Beromset Manis,” 18 Oktober 2019.
- Bisnis.com, “PELUANG USAHA: Segarnya Berbisnis Minuman Kemasan,” 3 Desember 2017.
- KasirPintar.co.id, “Strategi Sukses Membangun Brand untuk Usaha Minuman Kekinian,” 10 Januari 2025.
- UKMIndonesia.id, “Haus: Berawal Dari Satu, Kini Membuka Ratusan Cabang,” 2 September 2022.
- Kompasiana, “Kisah 3 Pemuda Sukses Membangun Bisnis Minuman Kekinian,” 23 Juni 2021.
- Amartha.com, “6 Pengusaha Muda Sukses di Indonesia yang Patut Dicontoh!” 13 Agustus 2024.
BACA JUGA: Masalah Sosial di Indonesia pada Tahun 1900-an: Dampak Kolonialisme dan Kebangkitan Kesadaran Sosial
BACA JUGA: Perkembangan Teknologi Militer Portugal: Dari Era Penjelajahan hingga Abad Modern